BicaraTHTL
Would you like to react to this message? Create an account in a few clicks or log in to continue.

Diberi rezeki tidak bermakna dimuliakan, disempitkan rezeki tidak bermakna dihina

2 posters

Go down

Diberi rezeki tidak bermakna dimuliakan, disempitkan rezeki tidak bermakna dihina Empty Diberi rezeki tidak bermakna dimuliakan, disempitkan rezeki tidak bermakna dihina

Post by Mohd. Ikram Tue Jan 29, 2013 10:00 am

Assalamu'alaikum... Saya terbaca penulisan ni dan ada yang saya tak faham.. harap siapa2 boleh bantu..


Renungkan firman Allah Ta’ala,

فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ (15) وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ (16)

Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu Dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka Dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka Dia berkata: “Tuhanku menghinakanku“. (QS. Al Fajr: 15-16)

Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan ayat di atas, “Dalam ayat tersebut, Allah Ta’ala mengingkari orang yang keliru dalam memahami maksud Allah meluaskan rizki. Allah sebenarnya menjadikan hal itu sebagai ujian. Namun dia menyangka dengan luasnya rizki tersebut, itu berarti Allah memuliakannya. Sungguh tidak demikian, sebenarnya itu hanyalah ujian. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُمْ بِهِ مِنْ مَالٍ وَبَنِينَ نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ بَل لا يَشْعُرُونَ

Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.” (QS. Al Mu’minun: 55-56)

Sebaliknya, jika Allah menyempitkan rizki, ia merasa bahwa Allah menghinangkannya. Sebenarnya tidaklah sebagaimana yang ia sangka. Tidaklah seperti itu sama sekali. Allah memberi rizki itu bisa jadi pada orang yang Dia cintai atau pada yang tidak Dia cintai. Begitu pula Allah menyempitkan rizki pada pada orang yang Dia cintai atau pun tidak. Sebenarnya yang jadi patokan ketika seseorang dilapangkan dan disempitkan rizki adalah dilihat dari ketaatannya pada Allah dalam dua keadaan tersebut. Jika ia adalah seorang yang berkecukupan, lantas ia bersyukur pada Allah dengan nikmat tersebut, maka inilah yang benar. Begitu pula ketika ia serba kekurangan, ia pun bersabar” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14/347)



Secara ringkasnya penulisan tu kata kalau Allah bagi rezeki tak semestinya dia dimuliakan, dan kalau disempetka rezeki tak semestinya dihinakan... dan vice versa..

Persoalan saya:

Saya pun kadang2 rasa dimurahkan rezeki, kadang2 rasa disempitkan rezeki. Macam mana saya nak tau yang saya ni tak termasuk dalam kategori orang yang dihina, sebab saya buat gak kesilapan dalam kehidupan sehari-harian dan tak la termasuk dalam orang2 yang baik sangat...
Mohd. Ikram
Mohd. Ikram
AHLI SETIA
AHLI SETIA

Posts : 164
Points : 216
Join date : 25/11/2011

Back to top Go down

Diberi rezeki tidak bermakna dimuliakan, disempitkan rezeki tidak bermakna dihina Empty Re: Diberi rezeki tidak bermakna dimuliakan, disempitkan rezeki tidak bermakna dihina

Post by abu_aisyah Wed Jan 30, 2013 7:49 am

Mohd. Ikram wrote:Assalamu'alaikum... Saya terbaca penulisan ni dan ada yang saya tak faham.. harap siapa2 boleh bantu..


Renungkan firman Allah Ta’ala,

فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ (15) وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ (16)

Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu Dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka Dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka Dia berkata: “Tuhanku menghinakanku“. (QS. Al Fajr: 15-16)

Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan ayat di atas, “Dalam ayat tersebut, Allah Ta’ala mengingkari orang yang keliru dalam memahami maksud Allah meluaskan rizki. Allah sebenarnya menjadikan hal itu sebagai ujian. Namun dia menyangka dengan luasnya rizki tersebut, itu berarti Allah memuliakannya. Sungguh tidak demikian, sebenarnya itu hanyalah ujian. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُمْ بِهِ مِنْ مَالٍ وَبَنِينَ نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ بَل لا يَشْعُرُونَ

Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.” (QS. Al Mu’minun: 55-56)

Sebaliknya, jika Allah menyempitkan rizki, ia merasa bahwa Allah menghinangkannya. Sebenarnya tidaklah sebagaimana yang ia sangka. Tidaklah seperti itu sama sekali. Allah memberi rizki itu bisa jadi pada orang yang Dia cintai atau pada yang tidak Dia cintai. Begitu pula Allah menyempitkan rizki pada pada orang yang Dia cintai atau pun tidak. Sebenarnya yang jadi patokan ketika seseorang dilapangkan dan disempitkan rizki adalah dilihat dari ketaatannya pada Allah dalam dua keadaan tersebut. Jika ia adalah seorang yang berkecukupan, lantas ia bersyukur pada Allah dengan nikmat tersebut, maka inilah yang benar. Begitu pula ketika ia serba kekurangan, ia pun bersabar” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14/347)



Secara ringkasnya penulisan tu kata kalau Allah bagi rezeki tak semestinya dia dimuliakan, dan kalau disempetka rezeki tak semestinya dihinakan... dan vice versa..

Persoalan saya:

Saya pun kadang2 rasa dimurahkan rezeki, kadang2 rasa disempitkan rezeki. Macam mana saya nak tau yang saya ni tak termasuk dalam kategori orang yang dihina, sebab saya buat gak kesilapan dalam kehidupan sehari-harian dan tak la termasuk dalam orang2 yang baik sangat...

salam,
ya,sering juga berfikir camtu.agak sukar untuk dijawab cuma sendiri boleh nilai dengan buku panduan yang Allah telah kurniakan iaitu Alquran.apa yang ana faham..seperti apa yang ibn kathir katakan,Allah mengurniakan rezki sbgi ujian.maka nak tau kita dikedudukan mana,kita harus melepasi ujian2 tersebut dengan melihat balik apa yang kiat sudah buat dengan rezki yang Allah berikan,apakah kita bersyukur dengan apa yg dikurniakan.cara bersyukur adalah dengan melaksanakan apa yg disuruh didalam AQ dan AS.sbgi contoh,bile disebut rtezki pasti kaitannya dengan membelanjakan.so,apakah kita melaksanakan perintah Allah untuk melakukan infaq?betapa pentingnya infaq dengan terlalu banyak dan berulang2 allah nyatakan mengenainya.

lihat Allah kaitan rezki dengan infaq;[34:39]

Katakanlah (wahai Muhammad): "Sesungguhnya Tuhanku memewahkan rezeki bagi sesiapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya, dan Ia juga yang menyempitkan baginya; dan apa sahaja yang kamu dermakan maka Allah akan menggantikannya; dan Dia lah jua sebaik-baik Pemberi rezeki".

lihat para sahabat seperti abdul rahman bin auf,mus'ab bin umair dll.mereka anatara sahabat yang kaya tetapi bagaimana mereka membelanjakan harta mereka?cuba kita compare diri kita dengan mereka,tahulah kita bahawa kita ini termasuk orang yang mendapat istidraj atau ni'mat.

setelah melaksanakan segala yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang,kemudian bertawakkallah kepada Allah,berdoalah kepada Allah agar segala amalan kita diterima,pohon lah hidayah dari Allah,serahkanlah segala urusan kepadaNya.berkatnya kehiudpan kita ini bila mana kita dapat melaksanakan amalan soleh kita kepada Allah.
allahu 'alam
abu_aisyah
abu_aisyah
AHLI SETIA
AHLI SETIA

Posts : 759
Points : 973
Join date : 03/06/2012
Age : 37
Location : bandar baru bangi, bandar tun razak

https://www.facebook.com/eveekids

Back to top Go down

Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum