La Tahzan 155-9: Bukti Positif Ketauhidan, مشاهد التوحيد

Go down

30062012

Post 

La Tahzan 155-9: Bukti Positif Ketauhidan, مشاهد التوحيد Empty La Tahzan 155-9: Bukti Positif Ketauhidan, مشاهد التوحيد




Berbuat baik kepada orang yang menyakiti kita adalah petanda positif ketawhidan:
Kisah Amir al-Mukminin Umar al-Khattab ra.
وقال عيينهُ بنُ حِصْنٍ لعمر : هيهِ يا عمرُ ؟ والله ما تعطينا الجَزْلَ ، ولا تحكمُ فينا بالعدْلِ . فهمّ به عمرُ ، فقال الحرُّ بنُ قيس : يا أمير المؤمنين ، إنَّ الله يقول : * خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ * ، قال : فواللهِ ما جاوزها عمرُ ، وكان وقَّفاً عند كتابِ اللهِ

terj: `Uyainah bin Hishn berkata kepada `Umar (amir al-Mukminin): "Hei Umar, engkau tidak memberi peruntukan yg mencukupi untuk kami dan tidak memberi keadilan kepada kami. Umar naik marah dan hendak memukulnya. Melihat hal itu, al-Hurr bin Qais (anak saudara Uyainah) menahannya dengan berkata," Ya amirul Mukminin, sesungguhnya Allah berfirman:
AQS al-A`raf 7:199 [Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh].
al-Hurr berkata lagi, "Demi Allah, Umar tidak sekali-kali melanggar ayat ini kerana Umar sentiasa terhenti dengan apa yg ada dalam Kitab Allah." (maksudnya Umar tidak akan melanggar ayat2 Allah).

Kisah ini direkod oleh al-Bukhari dalam sahihnya:
أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَدِمَ عُيَيْنَةُ بْنُ حِصْنِ بْنِ حُذَيْفَةَ بْنِ بَدْرٍ فَنَزَلَ عَلَى ابْنِ أَخِيهِ الْحُرِّ بْنِ قَيْسِ بْنِ حِصْنٍ وَكَانَ مِنْ النَّفَرِ الَّذِينَ يُدْنِيهِمْ عُمَرُ وَكَانَ الْقُرَّاءُ أَصْحَابَ مَجْلِسِ عُمَرَ وَمُشَاوَرَتِهِ كُهُولًا كَانُوا أَوْ شُبَّانًا فَقَالَ عُيَيْنَةُ لِابْنِ أَخِيهِ يَا ابْنَ أَخِي هَلْ لَكَ وَجْهٌ عِنْدَ هَذَا الْأَمِيرِ فَتَسْتَأْذِنَ لِي عَلَيْهِ قَالَ سَأَسْتَأْذِنُ لَكَ عَلَيْهِ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ فَاسْتَأْذَنَ لِعُيَيْنَةَ فَلَمَّا دَخَلَ قَالَ يَا ابْنَ الْخَطَّابِ وَاللَّهِ مَا تُعْطِينَا الْجَزْلَ وَمَا تَحْكُمُ بَيْنَنَا بِالْعَدْلِ فَغَضِبَ عُمَرُ حَتَّى هَمَّ بِأَنْ يَقَعَ بِهِ فَقَالَ الْحُرُّ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَالَ لِنَبِيِّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ { خُذْ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنْ الْجَاهِلِينَ } وَإِنَّ هَذَا مِنْ الْجَاهِلِينَ فَوَاللَّهِ مَا جَاوَزَهَا عُمَرُ حِينَ تَلَاهَا عَلَيْهِ وَكَانَ وَقَّافًا عِنْدَ كِتَابِ اللَّهِ


terj:
(HR Bukhari, no.6742) : bahwa Abdullah bin Abbas radliallahu 'anhuma berkata, "Uyainah bin Hishn bin Huzaifah bin Badr datang dan singgah menemui anak saudaranyam, Al Hurr bin Qais bin Hishn, dan dia termasuk sekian di antara sekelompok orang yang selalu didekati oleh Umar, qurra` (ahli baca alquran), dan selalu mengikuti majlis Umar dan musyawarah-musyarahnya, baik yang berusia dewasa atau muda. Kemudian 'Uyainah berkata kepada anak saudaranya, 'Wahai anak sedaraku, apakah engkau mempunyai kedekatan dengan amir ini sehingga mungkin memintakannya izin untukku sehingga aku boleh menemuinya? Al Hurr bin Qais lalu menjawab, "Baik, aku akan memintakannya izin untukmu." Ibn Abbas berkata, "Lantas Al Hurr bin Qais meminta izin untuk 'Uyainah. Tatkala Uyainah sudah menemui Umar, ia berkata "Wahai Ibnul khattab, demi Allah, engkau belum memberi pemberian yang banyak kepada kami, dan belum juga engkau berbuat adil diantara kami." Spontan Umar marah hingga ia ingin menghukumnya. Namun al-Hurr mengatakan, "Bebaskan aku dari hukumanmu wahai amirul mukminin, sebab Allah berfirman kepada nabi shallallahu 'alaihi wasallam-Nya: '(Maafkanlah, lakukanlah yang ma'ruf dan berpalinglah dari orang-orang jahil' (Qs. Al A'raf 199), dan hukuman ini di antara kelakuan orang-orang bodoh. Demi Allah, maka Umar tidak jadi melakukan hukumannya ketika al-Hurr membacakan kepadanya, Umar adalah orang yang selalu memegang teguh Kitabullah." (lidwa)

Ringkasan kisah
: ia mengenai Uyainah dari Bani Tamim datang menemui Umar selaku ketua kerajaan untuk merasakan ketidakpuasan kepada pentadbiran Umar kepada kawasannya (peruntukan dan keadilan). Kebetulan, anak saudaranya, al-Hurr merupakan orang kuat Umar di Madinah, maka dia berjaya menemukan bapa saudaranya dengan Umar. Terjadilah dialog keras dari Uyainah yang menggunaan stail Bani Tamim dari Nejd yg kasar dan keras dengan penguasa. Umar yg terkenal dengan panas barannya, ingin memukul Uyainah, tapi mujurlah al-Hurr sempat membaca sepotong ayat dari surah al-A`raf dan Umar memang terkenal dengan kuat pegangan dengan al-Qur'an dan tidak akan melanggar hukumnya. Begitulah hebatnya para salaf, bila mereka disakiti, dimaki hamun, tapi bila dibacakan al-Qur'an, mereka tidak jadi bertindak balas malah mengampuninya.

* La tahzan, e-book, ms 236 (saaid.net), upload, ali nayef al-syuhood[u]
myzyruz
myzyruz
Moderator
Moderator

Posts : 137
Points : 205
Join date : 25/11/2011
Age : 34
Location : Kelantan

Back to top Go down

Share this post on: diggdeliciousredditstumbleuponslashdotyahoogooglelive

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum